Anna Hasbie@anna_hasbie
Ada "pasal tuyul" yang tidak pernah disebut2 selama kasus kuota haji. Dan seperti biasa, banyak yg percaya bahwa pembagian kuota tambahan harus 92:8 😄 Cermati baik-baik bunyi pasal tentang kuota tambahan ini:
26399168.6K
NussaAntaRara @AKUsetiaNKRI@Stakof Senang sekali rasanya yaqut menjadi tersangka memperjual belikan kuota haji Anggap sj dgn menjadi tersangka adalah bonus dari Allah krn seringnya kelompok kalian yg sok tau mempersekusi membubarkan pangajian ust khalid Dgn tersangka trsbt nikmatilah rasanya dipersekusi
Anna Hasbie @anna_hasbiePertanyaannya, dari mana KPK mendapatkan surat yang muncul di BAP itu? Ayo KPK, jangan ngarang bukti dan mengadu-domba. Masa surat aja dipalsukan dan disisipkan ke BAP saksi untuk menyusun dakwaan. Parah!
Rumail Abbas @Stakof[YANG DITUNGGU]: Konfrontasi Khalid Basalamah dan Gus Yaqut
Rumail Abbas @StakofSenang sekali rasanya melihat Mas Syauqi Alatas, Yik Luthfi, dan Bib Segaf Baharun datang ke persidangan dan menyemangati Gus Yaqut yang tidak ada satu pun bukti aliran dana korupsi yang dituduhkan.
tempo.co @tempodotcoBank Mandiri mengucurkan kredit besar agar Haji Isam bisa membeli perusahaan batu bara Bayan Resources. Mendapat dukungan Presiden Prabowo. #TempoPlus
Anna Hasbie @anna_hasbieYup. Pertama kali tagline ramah lansia
Ainun Najib @ainunnajibditunggu kejujuran dan keadilannya KPK
Arka Atmaja @arkaatmaja7@Stakof Sebenarnya fokus ke Khalid ini lucu, beliau memang salah jelas nggak cermat, tapi yang lebih bodoh lagi, ada Mentri ngomong nggak tau staf nya jual beli kuota sampai ribuan. Cuci tangan nggak terlibat.
blank_on @kang_blankon@anna_hasbie Trus apakah berarti bebas dr prilaku koruptif berjamaahnya?
kumparan @kumparanSeorang guru honorer di Lebak, Banten, Nuraida (45), menemukan mainan "squishy" dengan jarum suntik yang marak dimainkan sejumlah siswa di sekolah dasar tempatnya mengajar. Penemuan itu awalnya dari salah satu siswanya yang disemprot air menggunakan jarum suntik tersebut hingga berteriak histeris. Setelah mengetahui penyebab kegaduhan, Nuraida langsung memeriksa mainan yang digunakan para siswa. Ia juga menanyakan asal mainan tersebut kepada mereka. Dari keterangan para siswa, mainan berbentuk suntikan itu dibeli dari seorang pedagang mainan yang berjualan di depan sekolah setiap pagi. "Ternyata, siswa di semua kelas sudah memainkan suntikan tersebut," ujarnya. Nuraida menyebut mainan itu dijual seharga Rp 3.000 oleh pedagang mainan keliling yang biasa berjualan di depan sekolah. Bentuknya menyerupai alat suntik dan dilengkapi jarum, meskipun bagian ujungnya sudah rata dan tidak lagi runcing. Kondisi ujung jarum tersebut tidak serta-merta menghilangkan kekhawatiran Nuraida terhadap keamanan mainan yang digunakan anak-anak. Nuraida mengingatkan para siswa agar tidak kembali membelinya. Ia juga mengimbau rekan-rekan guru untuk lebih memperhatikan barang yang dibawa anak didik ke sekolah. 📸: Dok. Threads @/arigalangsa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | squishyberjarum | news | svl | R300 | R169 | E057 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Ahmad Husain Fahasbu @husain_fahasbuItu juga salah satu penyebab kenapa respon publik atas kasus beliau dgn kasus Nadiem sangat berbeda sekali. Saran saya, ubahlah gaya komunikasi yg begitu; tidak perlu drama-drama. Ajak publik dgn bahasa persuasif. Dan tidak usah pakai gaya urakan di medsos ala boomers itu.