
SIAGA 72 JAM
Kesiapsiagaan mandiri selama 72 jam pertama kini mjd standar global baru u/ menghadapi krisis infrastruktur.
Kampanye kesiapsiagaan darurat nasional kini kian masif digaungkan di berbagai penjuru dunia. Berawal dari draf resmi Komisi Eropa mengenai "EU Preparedness Union Strategy" yg dipresentasikan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, negara² di dunia kini secara aktif mengedukasi warga sipil mereka.
Langkah ini diambil bukan u/ memicu kepanikan massal, melainkan u/ membangun ketahanan masyarakat (HUMAN FIREWALL): Agar siap menghadapi 72 jam tanpa listrik, internet, air bersih, dan layanan perbankan.
Di tengah eskalasi geopolitik yg tak menentu, potensi sabotase siber terhadap jaringan listrik, hingga cuaca ekstrem akibat krisis iklim, pemerintah di berbagai belahan dunia ingin memastikan bahwa ketika tjd kelumpuhan total pada infrastruktur utama, warga dapat menolong diri mereka sendiri.
Ini krusial agar alokasi bantuan dan tim penyelamat darurat milik pemerintah bisa difokuskan penuh u/ menyelamatkan kelompok yg paling rentan: lansia, anak², dan pasien rumah sakit.
Krisis nyata spt bencana alam besar, kegagalan sistem siber, atau mati lampu massal tidak memberi peringatan sebelum terjadi.
Gimana kesiapsiagaan mandiri kita?
Apakah Anda merasakan kehadiran pemerintah u/ kita?
Atau mereka hadir u/ mereka sendiri dan kelompoknya?
🔔